Selasa, 01 Desember 2020

Desember 01, 2020 0

3 Alasan Pengemudi Mobil Dilarang Ngebut saat Hujan

 


Saat musim hujan, dan harus berkendara mobil melewati genangan air, sebaiknya pengemudi jangan terlalu membejek gas alias ngebut. berbagai risiko bisa saja terjadi, karena saat turun hujan, konsentrasi dan fokus berkendara harus lebih ditingkatkan dibanding musim panas atau kemarau.

Kondisi jalan yang basah dan licin, menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Melansir laman resmi Hyundai Indonesia, ini 3 alasan pengemudi jangan terlalu ngebut saat hujan:

1. Aquaplaning

Aquaplaning terjadi ketika mobil yang dipacu dengan kecepatan tinggi mengenai genangan air yang cukup banyak. Ketika menghantam genangan tersebut, ban pun tidak memiliki kapasitas untuk mengalihkan air tersebut dan mobil otomatis tidak mendapatkan traksi.

Alhasil, kendali pun akan hilang dan bisa menyebabkan kecelakaan serius. Mobil seolah terbang, tak ketahuan arahnya ke mana. Maka saat hujan, turunkan kecepatan, dan sebaiknya bergeser ke lajur lebih lambat. Setelah itu amati kondisi jalanan di depan. Fokus dan waspada adalah kunci. Terlebih bila itu ada di jalan tol.

2. Potensi Tabrakan

Jalanan yang basah akan mengurangi daya cengkeram pada ban. Bila memacu kendaraan terlalu cepat, daya pengereman tidak akan sekuat saat kering sehingga lebih sulit diprediksi. Jika terjadi demikian, maka tabrakan pun akan terjadi.

3. Cipratan Air

Ketika berkendara pada kondisi hujan atau sehabis hujan dimana terdapat genangan di jalan. Ingat untuk hormati pengguna jalan lain.

Jika mobil dibawa dengan kecepatan cukup tinggi saat melewati genangan atau becekan, air akan terciprat kemana-mana dan bisa mengenai orang lain seperti pengendara motor atau pejalan kaki.

Senin, 30 November 2020

November 30, 2020 0

Tidak Kuat Nanjak, DFSK Dituntut 7 Pemilik Glory 580 Ganti Rugi Miliaran Rupiah



Kasus hukum kembali menimpa salah satu pabrikan mobil di Indonesia, yaitu PT Sokonindo Automobile (DFSK). Pasalnya, tujuh konsumen pengguna Glory 580 Turbo CVT tahun 2018 mengajukan gugatan kepada pabrikan asal Cina ini di Tanah Air.

Melalui kuasa hukumnya, David Tobing, para konsumen ini mengajukan gugatan sehubungan dengan kendaraan DSFK Glory 580 Turbo CVT, tahun pembuatan 2018 yang mengalami kendala pada waktu berjalan di tanjakan dan atau saat berada di jalan kemacetan yang menanjak (stop & go) baik pada saat digunakan luar kota ataupun di parkiran mall.

Dijelaskan sang pengacara, para konsumen telah melaporkan serta melakukan perbaikan di bengkel resmi DFSK, namun sampai saat ini kendaraan para konsumen masih mengalami kendala yang sama, yaitu tidak dapat berjalan di tanjakan dan atau saat berada di kemacetan yang menanjak (stop & go).

"Klien kami membeli mobil DFSK Glory 580 Turbo CVT karena tertarik pada spesifikasi serta fasilitas yang ditawarkan, apalagi mobil ini memiliki turbo yang seharusnya memiliki tenaga yang lebih baik dibanding mobil sekelasnya yang tidak memiliki turbo, tetapi klien kami mengalami gagal tanjak rata-rata lebih dari 2 kali. Hal ini membuat klien kami menjadi takut menggunakan kendaraan untuk bepergian atau pada saat berada di jalanan yang menanjak," ungkap David

Lebih lanjut David menjelaskan, kendaraan para konsumen yang dibeli dan dipergunakan sangatlah tidak layak karena tidak memiliki tenaga yang baik saat berkendara dengan kondisi tanjakan.

Hal ini adalah bukti bahwa kendaraan para konsumen yang diproduksi dan dijual oleh DFSK , adalah kendaraan yang mengandung cacat tersembunyi. Hal tersebut sangatlah berbahaya bagi para konsumen karena dapat mengakibatkan kecelakaan yang fatal pada saat para konsumen mengendarainya dan dapat membahayakan pihak lain.

Tuntutan Konsumen

"DFSK telah melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Menteri Perhubunggan Republik Indonesia Nomor PM 33 Tahun 2018, Tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor Pasal 18 point b dan c mengenai uji untuk kerja mesin serta uji kemampuan jalan, dimana DFSK dilarang memperdagangkan barang yang mengandung cacat tersembunyi dan wajib bertanggung jawab atas kerugian para konsumen," tegas David.

Akibat seluruh perbuatan melawan hukum yang dilakukan DFSK yang telah menimbulkan kerugian material dan immateril kepada Para Konsumen, dalam petitumnya para konsumen meminta agar Majelis Hakim menghukum DFSK untuk bertanggung jawab memberikan ganti rugi material sebesar Rp1.959.000.000,00 (satu miliar sembilan ratus lima puluh sembilan juta rupiah) yang merupakan total harga pembelian Kendaraan para konsumen dan ganti rugi immaterial sebesar Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) kepada masing-masing para konsumen.

Sehingga apabila ditotal kerugian immateril menjadi Rp7.000.000.000,00 (tujuh miliar rupiah), karena para konsumen telah mengalami perasaan khawatir, takut selama menggunakan kendaraan dan juga habisnya waktu, pikiran dan tenaga selama mengalami kendala pada kendaraannya.

Konfirmasi DFSK

Sementara itu, ketika Liputan6.com coba mengonfirmasi masalah tersebut ke pihak DFSK, jenama Tirai Bambu ini belum bersedia memberikan tanggapan lebih lanjut dan masih menunggu hasil diskusi dan koordinasi ke pihak terkait.

Kamis, 26 November 2020

November 26, 2020 0

Tukar Tambah Mobil Bekas, Suzuki Kasih Cashback Rp4 Juta

 


Pasar mobil bekas (mobkas) memang masih cukup menggiurkan di Indonesia. Terbukti, beberapa agen pemegang merek (APM) juga membuat divisi tersendiri untuk jual beli mobkas, termasuk PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), dengan Auto Value.

Bahkan, pabrikan berlambang huruf S ini memberikan extra cashback hingga Rp4 juta rupiah kepada pembeli XL7, all new Ertiga maupun SX4 S-Cross yang melakukan tukar tambah, hingga Desember 2020.

Dijelaskan Hendro Kaligis, Head of Business Development PT SIS, perpanjangan program ini merupakan salah satu apresiasi untuk pelanggan dalam rangka ulang tahun Suzuki Indonesia yang ke-50. Selain itu, Suzuki juga melihat minat konsumen yang mengikuti program ini cukup tinggi.

"Untuk itu, kami perpanjang programnya sampai 31 Desember 2020. Artinya masih ada kesempatan untuk mendapatkan extra cashback sampai dengan Rp4 juta hingga akhir tahun hanya dengan melakukan tukar tambah di Auto Value yang ada di Jabodetabek, Semarang, Cirebon, Surabaya, Jambi dan Bangka Belitung,"

Tingginya minat konsumen terhadap program ini terlihat dari banyaknya permintaan tukar tambah hingga mencapai 161 permintaan dan terus bertambah.

Dari angka tersebut, berdasarkan data dari mitra Auto Value, lebih dari 20 persen pelanggan adalah pengguna mobil merk lain yang ingin memiliki mobil Suzuki karena kualitasnya. Hal tersebut tetap bisa difasilitasi karena program tukar tambah ini menerima semua merk kendaraan (passenger car) dengan tahun produksi 2011–2019.

Ketentuan Pelat Nomor

Untuk program ini, ketentuan pelat nomor mobil lama yang bisa ditukarkan dengan mobil Suzuki adalah sebagai berikut:

- Pelat B untuk wilayah Jabodetabek

- Pelat L atau W atau N atau S untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya

- Pelat E untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya

- Pelat H atau K untuk wilayah Semarang dan sekitarnya

- Pelat BN untuk wilayah Bangka Belitung

- Pelat BH untuk wilayah Jambi

Kamis, 12 November 2020

November 12, 2020 0

Skema Cicilan Mobil Listrik Hyundai Ioniq, DP Bisa Nol Persen



 Langkah PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) meluncurkan dua mobil listrik sekaligus bisa dibilang berani. Kedua mobil tersebut adalah Hyundai Ioniq Electric dan Hyundai Kona Electric.

Perlu diketahui, Hyundau Ioniq Electric bisa dibilang sebagai mobil listrik termurah yang ada di Indonesia. Harganya berada di kisaran Rp600 jutaan atau Rp624,8 juta dengan status on the road Jakarta. Bagi yang berminat mobil listrik ini, salah satu pilihannya adalah melalui program cicilan.

Andalan Motor selaku dealer partner PT HMID memiliki program down payment (DP) atau uang muka 0% bagi konsumen yang ingin meminang Hyundai Ioniq Electric secara kredit. Tenor yang ditawarkan mencapai 5 tahun atau 60 bulan.

Jika mengambil DP nol persen, maka konsumen harus mengeluarkan jumlah uang yang sama setiap bulannya. Misalkan saja mengambil cicilan Hyundai Ioniq Electric dengan tenor 1 tahun, maka biaya yang dikeluarkan per bulan sebesar Rp57,7 jutaan.

Garansi 8 Tahun

Sementara itu, untuk program 2 tahun angsurannya mencapai Rp31,3 jutaan dan Rp22,5 jutaan untuk 3 tahun. Sedangkan di tenor 4 tahun, konsumen perlu mebayar cicilan sebesar Rp18,6 jutaan setiap bulannya, dan 5 tahun sejumlah Rp16,2 jutaan.

Meski bertransaksi secara kredit, konsumen Hyundai Ioniq masih bisa mendapatkan sejumlah fasilitas, seperti karpet, kaca film, dan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km. Selain itu, pembeli bisa mengisi daya baterai kendaraannya di seluruh dealer Hyundai.

Rabu, 28 Oktober 2020

Oktober 28, 2020 0

Toyota Supra 2021 Resmi Meluncur, Tenaga Jauh Lebih Beringas


 

Resmi diperkenalkan sejak awal tahun, Toyota Supra terbaru akhirnya memeriahkan pasar otomotif Australia. Memiliki perubahan di sektor jantung pacu, mobil ini diklaim lebih bertenaga dan memiliki performa terbaik.

Seperti dilansir Carscoops, mobil pabrikan Jepang ini mendapatkan mesin 3.0 liter straight-six turbocharged yang mampu memberikan tenaga ekstra hingga 47 Tk dibandingkan varian sebelumnya.

Secara keseluruhan, mobil ini mampu menghasilkan tenaga hingga 382 Tk pada 5.800-6.500 rpm. Tak hanya itu, waktu akselerasi 0 hingga 100 kilometer per jam turun dua per sepuluh detik, menjadi 4,1 detik.

Meski demikian, torsi puncak kendaraan tak memiliki perubahan yakni 500 Nm pada 1.800 hingga 5.000 rpm. Walau lebih bertenaga, konsumsi bahan bakar Supra terbaru masih mencapai 7,7 liter untuk 100 kilometer dan emisi CO2 177 gram per kilometer.

Untuk lebih meminimalisir terjadinya kecelakaan, mobil sport ini dilengkapi sepasang penyangga di bawah kap untuk mencegah sasis melentur saat menikung. Hal ini juga membuat strukturnya lebih kaku sehingga pengendalian saat berkedara meningkat.

Secara visual Toyota Supra terbaru tak memiliki perubahan mencolok, kecuali logo Supra yang ditambahkan pada kaliper rem depan model GTS.

Harga

Menambah kenyamanan pengendara serta penumpang, model terbaru ini juga hadir dengan jok sport yang dapat diatur, pelapis kulit, kontrol iklim zona ganda, audio 10-speaker.

Khusus model GR dan GTS, terdapat roda 19 inci, sound system JBL serta tampilan head-up. Tak lupa terdapat sistem Toyota Safety Sense untuk seluruh varian mobil. Terkait harga, Toyota Supra dibanderol mulai dari $ 64.131 atau setara dengan Rp908 juta.

Senin, 19 Oktober 2020

Oktober 19, 2020 0

Viral Sedan Nekat Bawa Pohon Pisang Utuh, Berakhir di Kantor Polisi


 

Melihat mobil atau sepeda motor membawa barang hingga kelebihan muatan bukanlah hal asing di Indonesia. Namun, pernahkah Anda melihat sedan membawa pohon pisang utuh di bagian belakang mobil?

Dilansir World of Buzz, sebuah video yang memperlihatkan mobil nekat membawa pohon pisang kini viral di dunia maya. Dalam video tersebut, terlihat seseorang dengan santainya mengemudikan mobil yang membawa pohon pisang. Terlihat pohon pisang tersebut sangat memakan tempat, hingga jendela belakang bagian kiri dan kanannya dibuka.

Seperti dilaporkan Astro Awani, pihak kepolisian langsung menghubungi pemilik mobil untuk melakukan investigasi. Rupanya pemilik mobil sedang berada di Singapura, sedangkan yang membawa mobil adalah keponakannya.

Menurut kepolisian setempat, pohon pisang tersebut dibawa untuk keperluan seremoni agama di kawasan Mutiara Rini. Sedan yang membawa pohon pisang akhirnya disita oleh pihak kepolisian karena melanggar beberapa aturan sekaligus.

Senin, 21 September 2020

September 21, 2020 0

Prototipe Mini John Cooper Works Listrik Mulai Unjuk Gigi

 


Prototipe Mini John Cooper Works(JCW) bertenaga listrik mulai berani menampakan diri. Bukan tidak mungkin ini akan menjadi model kedua setelah Mini Cooper SE.

Tidak tanggung-tanggung, prototipe pertama JCW ini mereka umbar melalui set foto pengujian di Sirkuit Nürburgring, Jerman.

Dengan bungkusan kulit kamuflase, ia tidak malu menunjukkan desainnya. Prototipe tampil gahar sebagaimana sang monster imut JCW GP dengan nama internal GPE.

Ya, kamuflase hanya menutupi kulitnya seperti decal yang direkatkan ke bodi. Elemen tubuh justru tampil percaya diri mengenakan baju JCW GP, tak berusaha membodohi kamera.

Dapat dilihat bermacam ciri khas dari versi terbuas Mini. Contoh di fasad depan, kanal udara besar di apron bak janggut gondrong yang memamerkan diri. Tak ketinggalan ornamen honeycomb di sudutnya.

Sama halnya ketika melirik bagian lain. Over fender melar dan mengambang bak sirip tambahan di sepatbor memberikan kesan galak sekaligus aerodinamis.

Kuda-kuda mantapnya disudahi piringan rem berdiameter besar dan kaliper kuning. Bokongnya bahkan tak luput dari sasaran spoiler besar yang bertengger di atas. Berikut diramaikan bumper berisi diffuser.

Kendati begitu, beberapa titik desain mengisyaratkan bahwa ia merupakan model listrik. Grille depan tertutup sepenuhnya tanpa rongga sedikitpun – kecuali apron. Menyerupai kebanyakan arahan desain sebuah EV.

Melengserkan fungsi grille sebagai pemasok udara mesin karena memang tidak begitu diperlukan. Di samping itu, diffuser belakang tampak kesepian tanpa hadirnya selongsong pipa gas buang. Positif bukan peminum bensin.

Arsitektur Baru

Boleh jadi ia melenggok seperti JCW GP eksis, mungkin juga tidak. Pasalnya, proyek ini disebutkan mengadopsi arsitektur masa depan kendaraan Mini. Seminimalnya ada penyesuaian detail sebagai penegas karakter.

Selain itu, pengembangan arsitektur baru sekaligus mengindikasikan waktu kehadirannya. Kemungkinan besar tidak dalam waktu dekat.

Hingga saat ini belum ada rincian terkait detail spesifikasi. Meski begitu, dapat diekspektasikan ia merepresentasikan model paling gahar seperti keberadaan JCW GP.

Mengingat EV menggendong bobot ekstra, seminimalnya memiliki performa sebanding dengan potensi dari 306 hp/450 Nm di versi konvensional.

Jangan lantas kecewa dan beranggapan Mini langsung menyuntik mati monster JCW yang menenggak bensin. Karena tidak begitu jalan ceritanya, seperti dipaparkan pimpinan Mini, Bernd Körber kepada Autocar.

“Kami bekerja keras untuk mengembangkan konsep model John Cooper Works dengan penggerak elektris,” ujarnya.

“Sementara itu, model John Cooper Works dengan mesin pembakaran konvensional akan terus memainkan peran penting dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan para penggemar motorsport di seluruh dunia.” Ia menambahkan,

Kontestan EV Pertama Mini

Sebelum Mini menyasar ranah performa dengan EV, mereka lebih dulu mengembangkan basis elektris di model standar. Adalah Mini Cooper SE yang mendebut Juni 2019.

Melansir Electrive, ia mengadopsi teknologi BMW i3 untuk kemudian dikemas dalam paket tubuh familiar Mini dua pintu. Meski begitu, ada penyesuaian detail sehingga membuatnya tampil beda dengan versi konvensional. Paling kentara adalah grille tertutup, wajah pelek asimetris, dan aksen kuning kehijauan.

Di balik tubuh Cooper SE tertanam motor listrik berkekuatan 184 hp dengan torsi 270 Nm. Cukup bertenaga dengan prestasi akselerasi ke 100 kpj yang dapat dituntaskan dalam tempo 7,3 detik.

Sementara itu, sumber daya terbagi atas 12 modul baterai dan diposisikan membentuk huruf T di lantai. Menyiapkan konten energi 32,6 kWh demi tempuhan 235-270 km dari satu kali pengisian.

Kamis, 10 September 2020

September 10, 2020 0

Toyota Avanza Masih Pertahankan Penggerak Roda Belakang, Catat Kelebihan dan Kekurangannya


 

Toyota Avanza kini ramai dibicarakan di media sosial. Toyota Avanza yang disebut mobil sejuta umat milik PT Toyota Astra Motor (TAM) muncul tanpa gardan belakang, yang artinya menggunakan sistem penggerak roda depan.

Namun, pihak Toyota sendiri belum bisa berkomentar lebih lanjut terkait rumor Avanza front wheel drive (FWD) ini. Raksasa asal Jepang tersebut, saat ini memang masih fokus menjual LMPV tersebut dengan pembaruan terakhir yang dilakukan tahun lalu.

Lalu sejatinya, apa sih kelebihan dan kekurangan mobil berpenggerak belakang atau RWD?

Melansir laman resmi Mobil88, penggerak roda mobil yang banyak diminati di Indonesia adalah roda belakang atau rear wheel drive (RWD). Jenis penggerak ini, digunakan di berbagai model, seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, dan juga Mitsubishi Pajero Sport. Sistem penggerak roda belakang (RWD) ini memiliki beberapa keunggulan. Sesuai namanya, sistem penggerak roda belakang ini terpisah dengan sistem kemudi, yang terletak di roda depan.

Jadi, masing-masing roda depan dan belakang memiliki fungsinya sendiri-sendiri.

Sehingga mobil dengan sistem penggerak roda belakang biasanya memiliki kaki-kaki lebih awet dan performa lebih tangguh di medan ekstrem. Karena memang komponen steering dan penggerak kendaraan terbagi depan dan belakang, sehingga beban komponen roda depan tidak terlalu terforsir dan membuatnya lebih awet.

Selain itu, dengan cara kerja mendorong, sistem penggerak roda belakang akan lebih handal untuk jalanan menanjak, terjal, dan tidak rata.

Keunggulan lainnya adalah suara berisik di kabin akibat komponen penggerak misal transmisi, juga akan bisa diminimalisisasi, jadi kabin mobil bisa lebih senyap.

Kekurangan Sistem Penggerak Roda Belakang

Tidak hanya keunggulan, sistem penggerak ini juga memiliki kekurangan. Penggerak roda belakang memiliki bobot yang berat. Pemindahan tenaga dari depan ke belakang membutuhkan komponen power train lebih banyak, seperti propeller shaft, gardan, as roda belakang, cross joint, dan lain-lain.

Selain menyebabkan bobot kendaraan jadi berat, pemindahan tenaga tersebut juga akan mengalami loss power akibat gesekan di powertrain. Sehingga sistem Penggerak roda belakang ini akan cenderung kurang irit dan kurang responsif dibanding Penggerak roda depan (FWD), dan biasanya potensi terjadi gejala oversteering lebih besar dibanding FWD.

Kekurangan lain pada sistem penggerak roda belakang adalah berupa kabin yang kurang lapang. Pada mobil dengan sistem penggerak roda belakang (RWD), lantai kendaraan menjadi tidak rata, sebab di bawah menjadi tempat untuk sistem transmisi dan propeller shaft.

Minggu, 30 Agustus 2020

Agustus 30, 2020 0

Kembaran Wuling Almaz Tertangkap Kamera Tengah Diuji di India


 

Kembaran Wuling Almaz tertangkap kamera tengah diuji di India. Kembaran Wuling Almaz yang dimaksud adalah MG Hector.

Dibangun menggunakan platform yang sama dengan Wuling Almaz, MG Hector akan memasuki tahun kedua di Tanah Hindustan. Dan model yang tengah diuji tersebut diyakini sebagai model 2021.

Dilansir dari Rushlane, Hector facelift terlihat sedang dites lagi, di Vadodara dekat dengan fasilitas MG Motor di Halol, Gujarat. Potretnya terlihat pada video yang diunggah melalui channel YouTube Barodian boy Jatin.

Dalam potret itu, terlihat MG Hector mendapatkan ubahan pada sisi ekstriornya yakni, pada grille berdesain jaring berwarna hitam dengan garis krom, desain lampu depan yang tampak berbeda, dan bumper depan. Sedangkan peleknya kini dual-tone dengan desain anyar.

Selain hal itu, profil sampingnya masih sama dengan model saat ini. Sementara di bagian belakang terlihat bahwa Hector mendapatkan hiasan hitam baru dengan garis bawah krom tebal yang menghubungkan dua lampu belakang.

Interior

Selain pada eksterior, diharapkan interior dan fiturnya juga ditingkatkan. Diharapkan SUV ini diberi tambahan fitur seperti iSmart suite yang diperbarui, layar sentuh 10,4 inci, kontrol iklim otomatis, powered tailgate, ventilasi AC belakang, sunroof panel ganda, dan power adjustable driver's seat.

Sementara dapur pacunya tampaknya masih akan sama dengan saat ini, yakni dua pilihan mesin turbo 1.5L bertenaga 141 bhp dan turbodiesel 2.0L bertenaga 168 bhp.

Mesin bensin juga diprediksi ditambah dengan unit mild-hybrid. Sedangkan transmisinya terdiri dari pilihan manual 6-percepatan dan otomatis DCT 6-percepatan. Hector diesel otomatis juga diharapkan muncul pada versi facelift tahun depan.

Minggu, 16 Agustus 2020

Agustus 16, 2020 0


  

Hyundai Motor Group bekerja sama dengan Samsung Harman International untuk mengembangkan RANC (Road-noise Active Noise Control), sebuah sistem pada mobil yang tidak hanya mengurangi suara bising dari jalanan, bahkan diklaim bisa menghilangkannya.

Sistem ini pertama kali digunakan pada Hyundau GV80 dengan menyematkan velocity sensors, amplifiers, microphones, Digital Signal processor (DSP), dan sistem audio bawaan. Berkat sensor yang disematkan pada suspensi dan sasis, RANC bisa melakukan perhitungan tingkat getaran dari jalan, lalu data tersebut dikirimkan ke DSP.

Dilansir Autoevolution, setelah itu prosesor tersebut akan melakukan kalkulasi dan menghasilkan gelombang anti-bising yang disebarkan ke seluruh kabin melalui sistem audio. Hasilnya diklaim bisa menetralkan suara bising dari luar.

Menurut tim insinyur yang merancang RANC, suara bising seperti mesin dan jalanan bisa masuk ke dalam kabin dalam waktu 0,009 detik. Oleh karena itu, gelombang anti-bising bisa dihasilkan dalam waktu 0,002 detik saja.

Mobil Listrik Hyundai Tetap Perlu Servis Berkala, Berikut Komponen yang Diperiksa

Beberapa waktu lalu PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) meluncurkan mobil listrik Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona Electric.

Keduanya merupakan mobil listrik bertenaga baterai murni yang dijual oleh pabrikan asal Korea Selatan tersebut di pasar otomotif Tanah Air.

Jelas, baik Hyundai Ioniq maupun Hyundai Kona Electric, sama-sama menggunakan motor listrik yang disokong baterai Li-Ion sebagai penggeraknya. Hal ini tentu memunculkan pertanyaan terkait servis berkalanya.

"Semua dealer Hyundai di Indonesia sudah dipersiapkan untuk bisa melakukan perawatan dan perbaikan mobil listrik. Teknisi kami juga mumpuni karena kami sudah memberikan pelatihan sebelumnya, berikut peralatan dan suku cadangnya," terang Putra Samiaji, General Manager Service HMID. 

"Di setiap dealer kami juga sudah tersedia charger untuk mobil listrik. Jadi, kapan pun konsumen kami membutuhkan charging, bisa datang langsung ke dealer kami untuk pengisiannya," tambahnya saat sesi konferensi pers virtual Jumat lalu (6/11). 

Servis Berkala

Selain itu, untuk servis berkala Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona Electric bisa dilakukan setelah menempuh 15.000 km atau 1 tahun. Jaraknya memang lebih jauh dibanding mobil konvensional lantaran tak banyak komponen yang bergerak.

Penggantian komponen setiap servis berkala pun tak sebanyak pada mobil konvensional. Di kendaraan listrik, bagian yang harus rutin diperiksa dan tergolong fast-moving hanyalah ban, kampas rem beserta piringan cakram, dan sistem pencahayaan.

Minggu, 11 November 2018

November 11, 2018 0

Musim Hujan, Ban Mulai Gundul? Ini Cara Memperpanjang Masa Pakainya

Memasuki musim hujan, ketika berkendara tentu perlu kewaspadaan lebih tinggi dari biasanya. Karena saat terguyur hujan, jarak pandang terbatas dan yang utama, traksi roda ke jalan juga akan berkurang, karena licin. Sehingga, perlu traksi ban yang baik.


Namun, masalah yang kerap terjadi, kondisi ban sudah tidak bagus lagi, seperti ‘kembang ban’ sudah mulai aus karena sudah bergulir puluhan ribu kilometer. Padahal, untuk mendapatkan traksi optimal, tentu alur ban harus baik.
Memang, jika ketebalan alur ban ini belum sampai pada batasan TWI (Tyre Wear Indicator, yang menentukan kondisi minimal penggunaan ban), berarti ban masih bisa digunakan. Tetapi, umumnya kita akan lebih cepat mengganti ban sebelum TWI, karena sudah terlihat ‘gundul’.
Lantas jika dana di kantung masih belum cukup untuk mengganti sepasang ban, apalagi satu set (4 buah) ban, harus bagaimana?  Ya sudah, gunakan saja dulu.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pengemudi untuk memperpanjang umur ban, terutama saat dipakai di musim hujan.
  1. Pastikan keselarasan roda (wheel alignment) yang baik. Dengan keselarasan roda yang baik, telapak ban akan optimal memberikan traksi dengan permukaan jalan, juga tidak akan cepat aus terpakai.
  2. Tekanan angin ban ideal, selain memberikan traksi optimal, juga mencegah keausan bertambah.
  3. Tidak berkendara agresif, selalu menekan pedal gas secara perlahan juga melakukan pengereman yang tidak mendadak, membuat tidak ada gesekan berlebih pada telapak ban dengan permukaan jalan, sehingga ban akan lebih awet.
  4. Sehubungan dengan kondisi telapak ban yang sudah tidak maksimal, ketika berkendara saat hujan, jangan melaju terlalu kencang, waspadai adanya genangan yang mudah menyebabkan aquaplaning.
Itulah beberapa hal yang bisa membantu menambah usia pakai ban di saat musim hujan ini. “Bagian telapak ban yang menempel ke jalan, tak lebih dari selebar telapak tangan orang dewasa,” ungkap Zulpata Zainal, pemerhati otomotif yang berkecimpung pada industri ban tanah air, dalam sebuah kesempatan.
Ia menekankan, bahwa seluruh ‘tanggung jawab’ traksi dari roda itu tak lebih dari satu telapak tangan saja, bagian yang menempel pada permukaan jalan. Jadi, sedikit saja ‘gangguan’, seperti tekanan angin ban tidak sesua, overspin, permukaan jalan licin, akan mengurangi ‘luasnya’ traksi ban ke permukaan jalan tersebut.
Kemudian, bagaimana mengatur konfigurasi ban berdasarkan kondisi empat ban pada mobil?  “Kondisi ban yang lebih bagus, dipasang pada roda belakang,” ujar Zulpata. Hal ini juga pernah dijelaskan oleh Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Menurutnya, ban yang dalam kondisi lebih baik ditempatkan di belakang, karena di bagian itulah memerlukan traksi yang baik.
“Kalau di depan, masih bisa dikendalikan oleh pengemudinya,” ungkap Jusri. Hal ini berlaku umum, baik pada mobil berpenggerak roda depan, penggerak roda belakang, maupun all-wheel drive atau AWD, (berpenggerak empat roda) sekalipun
sumber : carreview.id

Selasa, 06 November 2018

November 06, 2018 0

Elon Musk: Ford Mungkin Saja Bangkrut


Chief Executive Officer Tesla, Elon Musk kerap melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini ia berkomentar seputar nasib Ford, pabrikan otomotif kawakan asal Amerika Serikat. Musk berkomentar menohok, dan menyatakan bahwa Ford tak bakal berhasil melewati masa resesi ekonomi berikutnya

mengatakan bahwa Tesla dan Ford sama-sama menghadapi resesi, alias kondisi pertumbuhan ekonomi negatif. Namun Ia beranggapan saat resesi terus berlangsung, Ford mungkin tidak begitu beruntung. “Ford dan Tesla berhasil melewati resesi terakhir. Ada peluang baik bagi Ford, namun tidak dalam resesi berikutnya,” kata Musk, seperti dikutip dari Detroitnews.
Sekadar intermeso saja, resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi. Besar kaitannya dengan kondisi lapangan kerja, investasi dan keuntungan perusahaan. Musk pun tak menampik, betapa sulitnya menciptakan manufaktur mobil yang sukses. Menurutnya, "tidak masuk akal bahwa Tesla tetap hidup."
“Membuat perusahaan mobil yang sukses, sangat sulit secara monumental. Ada banyak upaya untuk membuat perusahaan mobil tampil cemerlang, namun mereka semua gagal. Bahkan mereka yang memiliki basis pelanggan yang kuat, ribuan diler, ribuan pusat layanan, mereka sudah menghabiskan modal untuk pabrik. Contohnya seperti GM dan Chrysler, harus pailit dalam resesi terakhir,” jelasnya.
Untungnya, Musk cukup terbuka di masa lampau, tentang perputaran uang perusahaan. Suntikan dana segar US$ 50 juta dari raksasa Jerman, Daimler membuat Tesla tetap bertahan selama krisis keuangan satu dekade lalu. Namun, Daimler akhirnya menjual investasinya di Tesla empat tahun lalu. Nilainya mengesankan, sebesar US$ 780 juta.
Sementara Ford dipenuhi dengan uang tunai. Pada akhir kuartal ketiga 2018, Ford memiliki US$ 34 miliar dalam likuiditas, yang mencakup lebih dari US$ 18 miliar berbentuk tunai. Produsen mobil ini menghasilkan pendapatan US$ 3,8 miliar dalam sembilan bulan pertama pada 2018. Dan Ford berencana memotong biaya operasional US$ 25,5 miliar selama beberapa tahun ke depan.
Pernyataan Musk dibantah oleh Chief Financial Officer Ford, Bob Shanks. Ia mengatakan bahwa Ford akan tetap menguntungkan, bahkan dalam kasus resesi yang parah sekalipun. Tesla, sementara itu, memiliki US$ 3,4 miliar dalam bentuk tunai pada kuartal ketiga. Artinya mereka punya keuntungan, setelah “bakar uang” selama bertahun-tahun. Untuk pertama kalinya Tesla mengantongi pemasukan sebesar US$ 6,8 miliar. Dan laba bersihnya sebanyak US$ 311,5 juta, pada kuartal ketiga 2018.
Itulah gambaran kondisi kedua perusahaan. Dalam dunia otomotif, kerap kali petinggi perusahaan berkomentar soal merek dagang lain. Sebab konsidi pasar sangat sensitif. Ucapan kontroversial bisa mengacaukan kinerja saham pada perusahaan tertentu. (Alx/Odi)
sumber :oto.com

Senin, 29 Oktober 2018

Oktober 29, 2018 0

carpedia : Hal Ini Yang Akan Menjadi Pemicu Kesuksesan Mobil Listrik


Kesuksesan mobil listrik maupun mobil hybrid di sejumlah negara maju tak lepas dari sistem peraturan yang berlaku di negara tersebut. Sistem inilah yang menjadi dasar hitungan menarik atau tidaknya mobil listrik ataupun hibrid dan sejenisnya.
Dalam suatu kesempatan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi, mengatakan bahwa terpenting mengenai mobil listrik adalah regulasi dan pajak yang berpihak. “Tanpa peraturan yang berpihak kepada mobil listrik ataupun ragam mobil hibrid maka tidak akan menarik perhatian pasar,” terang Nangoi saat ditemui beberapa waktu silam. “Harga mobil listrik ataupun hibrid berada di atas harga rata-rata mobil konvensional. Jadi harga tinggi tanpa ada iming-iming pajak rendah dan intensif lainnya maka tidak akan menarik minat sebagian besar pasar,” sambungnya.
“Indonesia telah menentukan roadmap mengenai kendaraan listrik. Dicanangkan pada 2025 nanti 20% mobil yang beredar di Indonesia merupakan mobil listrik ataupun sejenisnya,” ungkapnya. “Pemerintah tengah menggodog perundangan terutama pajak sehingga mobil listrik memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Saat ini banderol yang lebih tinggi sebuah mobil listrik ataupun hibrid dibandingkan dengan mobil konvensional mungkin masih bisa diterima. Hal ini berkenaan dengan teknologi dan perangkat tambahan yang dijejalkan sehubungan dengan fungsi mode elektrik ataupun hibridnya. Sayangnya di Indonesia pajak yang harus rela dibayarkan masih berada jauh di atas mobil konvensional.
Hal yang cukup kontras dengan kondisi yang ditemui di berbagai negara yang telah merumuskan perundangan yang lebih berpihak pada pengguna mobil listrik atau hibrid. Ujung-ujungnya skema pajak yang lebih ringan menjadi salah satu faktor utama beralihnya orang dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik dan hibrid.
sumber : carreview.id

Sabtu, 27 Oktober 2018

Oktober 27, 2018 0

Toyota Menggelarkan Pesta Akhir Tahun di Surabaya

Toyota Yaris - Car of The Year 2018

Ramaikan Aktivitas Fun Drive di Surabaya

PT Toyota-Astra Motor menggelar Yaris Fun Drive, yaitu ajang kreativitas untuk kaula muda pencinta otomotif. Acara yang dijadwalkan berlangsung di 4 kota besar ini, dimulai di Surabaya pada tanggal 27-28 Oktober yang akan dimeriahkan berbagai kegiatan. Selain bisa mengikuti test drive Toyota Yaris yang baru-baru ini mendapat gelar Car of The Year dari Gridoto Awards, pengunjung juga akan dihibur pentas musik yang dimeriahkan bintang tamu Kahitna dan sekaligus mengumumkan pemenang lomba fotografi Yaris Hunt.

“Acara Yaris Fun Drive ini kami hadirkan untuk membangun kedekatan dengan pelanggan dalam suasana yang merepresentasikan semangat Yaris sebagai kendaraan youthful, stylish dan fun. Ini sejalan dengan komitmen Toyota untuk terus memberikan produk, teknologi, dan layanan, yang melebihi ekspektasi pelanggan,” kata Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto.



Acara ini akan berlangsung di 4 kota besar di Indonesia. Setelah Surabaya, 3 kota lainnya yaitu Semarang di Lotte Mart (10-11 November 2018), Bandung di Trans Studio Mall (24-25 November 2018) dan yang terakhir Jakarta di Summarecon Mall Serpong (1-2 Desember 2018).

Sejak kehadirannya di pasar Indonesia pada 2006, Yaris ini berhasil mendapat tempat di hati pelanggan segmen hatchback di kalangan anak muda atau masyarakat yang memiliki jiwa muda. Seiring dengan kebutuhan dinamika pelanggan, penampilan Yaris ini terus mendapat penyegaran. Pada awal 2018 Toyota melakukan penyegaran dengan menghadirkan New Yaris dengan tampilan yang lebih modern dengan tema Sporty and Aggressive Design, sehingga memiliki garis aerodinamis modern dan stylish.

Sejumlah fitur dengan teknologi terkini siap mendapingi pengguna Yaris seperti audio entertainment yang dilengkapi DVD AVX7” with internet, Miracast, Ipod / Iphone Connectivity, radio FM/AM, USB, AUX, Bluetooth, dan 6 speakers.


Untuk keselamatan, Yaris memiliki fitur keselamatan yang terlengkap dikelasnya dengan dilengkapi tujuh SRS Airbag yang terdapat pada driver, driver knee, passenger, side L+R, curtain L+R. Selain itu tersedia juga Vehicle Stability Control (VSC), Hill-Start Assist (HSA), Seatbelt warning untuk pengemudi dan penumpang, Emergency Brake Signal (TRD Grade), 3-point seatbelt for all passengers, Whiplash Injury Lessening, Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), dan Brake Assist (BA).

Penampilan baru dari Yaris ini berhasil tampil sebagai Car of The Year di ajang Gridoto Award 2018. Penampilannya dengan desain lower grille serta fog lamp memberikan kesan dinamis. Desain buritan mendapat sentuhan dan interior  memberikan kenyamanan maksimal bagi semua penumpang. Ubahan yang signifikan terlihat pada konsol tengah yang memiliki desain lekukan bagai ombak surfing.

Performance TTI

Selain menikmati berbagai hiburan, pengunjung juga akan disuguhkan penampilan pembalap Toyota yang tergabung dalam Toyota Team Indonesia. Para juara nasional dari TTI akan menyuguhkan keahlian mereka dan ketangguhan performa Yaris.



Melalui Integrated Customer Gathering Toyota Yaris, semua dealer Toyota akan bersinergi dengan lembaga pembiayaan terpercaya, untuk semakin memberi kemudahan kepada pengunjung yang tertarik untuk memiliki Toyota Yaris di Surabaya.

“Kami optimis, berbagai acara di Yaris Fun Drive ini akan memberikan berbagai manfaat kepada pengunjung. Mulai dari pentas musik, special performance dari pebalap TTI sampai penawaran fasilitas kepemilikan  Yaris yang menarik dari dealer Toyota. Oleh karena itu kami mengajak masyarakat Surabaya untuk turut serta meramaikan acara Yaris Fun Drive 2018 ini,” kata Soerjo.

Selasa, 02 Oktober 2018

Oktober 02, 2018 0

Ini Nama SUV Terbaru Hyundai

Hyundai diketahui sedang mempersiapkan SUV kompak terbaru. Mobil ini disebut-sebut sebagai lawan Suzuki Vitara Brezza, Tata Nexon, dan Ford EcoSport.
Mengutip dari Gaadiwaadi.com, SUV berkode QXi itu telah memiliki nama resmi, yaitu Hyundai Styx. Sebelumnya, mobil ini lebih dikenal sebagai Hyundai Carlino, merujuk pada purwarupanya yang diperkenalkan dalam Indian Auto Expo 2016 silam.

Selain nama resmi, beberapa spesifikasi detail Hyundai Styx pun mulai terungkap. Menurut sumber yang sama, mobil ini akan ditawarkan dalam 2 pilihan mesin, yaitu bensin dan diesel.
Untuk varian bensin, Hyundai Styx akan mendapat asupan tenaga sebesar 110 hp dengan torsi maksimum 170 Nm. Performa tersebut berasal dari mesin 3-silinder 1.000cc turbocharger dan dikawinkan dengan transmisi otomatis.

Sementara itu, varian mesin diesel Hyundai Styx diambil dari saudaranya, Hyundai Elite i20. Dapur pacu ini berkubikasi 1.400cc dengan tenaga sebesar 89 hp dan torsi 220 Nm. Nantinya, mesin ini akan ditawarkan dalam transmisi manual 6-percepatan.

Menurut sumber yang sama, kabarnya Hyundai Styx akan dirilis pada Maret 2019 mendatang untuk pasar India. Diperkirakan, harga mobil baru ini akan mencapai INR800.000 atau sekitar Rp164 jutaan (Kurs INR1 = Rp204).

sumber : liputan6.com

Minggu, 30 September 2018

September 30, 2018 0

Harga Mobil Hino Terbaru Oktober 2018

Saat ini mobil menjadi salah satu kendaraan paling dicari banyak orang, tak hanya kendaraan pribadi saja namun beberapa kedaraan commercial seperti Truk dan mobil dengan bak terbuka pun banyak dicari banyak orang guna untuk mengangkut barang-barang yang berjumlah banyak dan memiliki kapasitas yang cukup berat. Nah di Indonesia ada beberapa merek mobil Truk ternama yang mendai pilihan masyarakat kita diantaranya adalah Mitsubihi, Toyota dan yang terbaru saat ini ialah Hino. Berdiri sejak tahun 1942 di Hino, Tokyo perusahaan ini mampu memproduksi banyak kedaraan kendaraan Truk Mediun dan Truk Heavy-duty Jepang.
Di Indonesia Hino juga menjadi salah satu merek kendaraan yang sangat di perhitungkan, pasalnya selain memiliki perfoma mesin yang tangguh harga mobil Hino ini pun dirasa cukup terjangkau. Apalagi di Indonesia sendiri telah memberlakukan pembelian mobil ini dengan dua cara prabayar, yakni chas dan kredit. Jadi kalian tak perlu bingung untuk membeli mobil yang satu ini. Nah sobat otomaniac, Hino juga tak hanya memproduksi kendaraan jenis Truk saja namun Hino juga memiliki beberapa kendaraan mini Bus dan juga Bus besar. Untuk perfoma mobil-mobil garapan Hino ini pun sudah tidak diragukan lagi, pasalnya Hino telah mengandalkan mesin yang bertenaga Diesel sebagai sumber tenaganya.
Perlu kalian ketahui dengan mesin Diesel merupakan sebuah mesin yang memiliki tenaga yang besar, sehingga tak heran jika mobil-mobil besar lebih menggunakan mesin Diesel dibandingkan dengan mesin bensin. Tak hanya diunggulkan dalam perfoma mesin saja akan tetapi Hino juga telah di unggulkan dalam segi teknologi. Ya, dengan seiring berkembangnya jaman teknologi-teknologi yang dikembangkan saat ini pun sangat maju tak terkecuali pada bidang industri otomotif. Beberapa truk garapan Hino juga memiliki teknologi terbaru saat ini seperti halnya yang tertera pada tulisan didepan kabin mobil Hino yang bertuliskan Turbo Powe sterring.
Ini artinya bahwa sanya mobil-mobil ini telah dilengkapi dengan mesin turbo dan sudah menggunakan teknologi power stering sebagai sistem kemudinya. Alhasil mobil-mobil garapan Hino ini pun akan menjadi lebih tangguh dalam perfomanya serta untuk kemudinya pun terbilang cukup ringan. Jadi meski mobil Hino ini mengangku barang dengan jumplah yang banyak dan memiliki beban yang berat, tapi kemudi mobil ini akan tetap terasa ringan, sehingga sang sopir pun tak akan mudah cape dan lelah. Selain itu harga mobil Hino ini pun dirasa cukup murah dan terjangkau sehingga akan banyak orang yang memilih mobil merek Hino sebagai mobil angkutanya.
Untuk kawasan Indonesia mobil truk dengan merek Hino memang sudah sangat merakyat, hal ini terbukti dengan banyaknya peminat mobil truk dengan merek Hino. Tak hanya truk saja, namun beberapa mobil bus besar juga menggunakan Hino sebagai merek mobilnya. Nah dari informasi yang kami dapatkan Hino juga masih berada di bawah naungan Toyota Motor Corporation, jadi tidak heran desain yang dibawa mobil Hino ini sangat mirip dengan mobil-mobil truk garapan Toyota. Selain desain untuk urukan kaki-kaki mobil Hino ini juga terbilang kuat dan kokoh, sehingga tak heran jika mobil ini memiliki daya angkut yang cukup kuat. Nah mau tau harga mobil Hino terbaru saat ini? yuk kita simak tabel Daftar Harga Mobil Hino Terbaru dibawah ini
sumber : otomaniac.com

Rabu, 26 September 2018

September 26, 2018 0

Peugeot Hidupkan Kembali 504, Seperti Ini Spesifikasinya

Nafas desain retro sepertinya masih memiliki daya tarik yang cukup kuat. Hal ini yang mendasari Peugeot menyuguhkan sosok mobil konsep dengan sentuhan retro.
Sosok e-Legend akan mengingatkan kita pada sosok Peogeot 504 Coupe. Seperti dilansircarscoops.com (20/09), merek Prancis ini akan memajang mobil konsepnya pada Paris Motor Show Oktober nanti.
Walau kental dengan aura klasik, namun pada dasarnya e-Legend merupakan sebuah mobil listrik. Dikabarkan juga bahwa dimensinya mendekati ukuran Nissan GT-R dan menggunakan motor listrik dengan muntahan daya 458 PS dan torsi 800 Nm.
Sumber tenaga e-Legend berasal dari baterai 100 kWh dan mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam tempo kurang dari 4 detik dan mampu mengelus angka 220 km/jam untuk kecepatan puncaknya. Untuk jarak tempuhnya, e-Legend mampu menempuh jarak 500 km untuk sekali pengisian daya baterai. Tak hanya itu, mobil ini mampu melakukan pengisian cepat dengan waktu hanya 25 menit.
"Peugeot e-Legend Concept bukan hanya manifesto teknologi," kata Jean-Philippe Imparato CEO Peogeot. “Mobil ini membawa visi Peugeot untuk produk-produk masa depannya,” tutupnya.

sumber : carreview.id

Selasa, 25 September 2018

September 25, 2018 0

Mercedes-Benz Bangun Stasiun Pengisian Daya Mobil Listik di Mal Mewah Jakarta


Ini adalah EQ Power Charging pertama di Indonesia. Pengoperasian resminya sendiri dimulai pada Senin (24/9/2018).
EQ Power Charging terletak di Plaza Indonesia, tepatnya pada area parkir P2. Fasilitas terdiri dari empat ruang parkir serta dua pengisi daya Wallbox 3.7 kW dengan koneksi Type 2.
Stasiun pengisian daya ini maupun yang akan dibangun di masa depan dirancang khusus untuk memungkinkan pengisian daya secara lebih cepat, aman dan nyaman bagi kendaraan Mercedes-Benz. Kerja sama antara Mercedes-Benz dengan salah satu mal kelas atas Ibu Kota tersebut merupakan langkah awal dalam mempromosikan infrastruktur mobil listrik sebelum pabrikan asal Jerman ini benar-benar meluncurkan model-model mobil hybrid plus mobil listrik murni ke Tanah Air.
Mercedes-Benz Privilege Parking with EQ Power Charging pertama yang diresmikan di Jakarta hari ini menandai langkah penting dalam strategi kami untuk memberikan solusi bagi mobilitas bertenaga listrik di masa depan. Melalui ruang parkir yang diperuntukkan khusus bagi para pelanggan, kami melanjutkan komitmen yang telah dibuat Mercedes-Benz dalam menawarkan pengalaman pelanggan terbaik serta mempromosikan infrastruktur kendaraan listrik,” ujar Roelof Lamberts. President and CEO PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI).
Lantas, seberapa cepat EQ Power Charging dapat melakukan pengisian daya? Mercedes-Benz mencontohkan bahwa fasilitas tersebut mampu mengecas E 350 e plug-in hybrid dari 20 persen menjadi 100 persen dalam waktu 1 jam 50 menit.
“Saat ini, Mercedes-Benz tengah mempersiapkan diri untuk memulai penjualan kendaraan bermodel EQ Power di 2019. Sebelum penjualan dimulai, kami akan memastikan bahwa EQ telah dikenal dengan baik oleh calon pelanggan dan jaringan dealer di Indonesia. Kami merasa sangat bangga dapat memperkenalkan Mercedes-Benz Privilege Parking with EQ Power Charging pertama di Indonesia yang dapat melayani pelanggan kami serta berbagi visi mengenai mobilitas masa depan,” tambah Hari Arifianto, Deputy Director, Marketing Communication MBDI. [Xan/Ari]

sumber : mobil123.com

Senin, 17 September 2018

September 17, 2018 0

Lebaran 2018, APM Prediksikan Penjualan Mobil Naik 15 Persen


Agen pemegang merek mobil memproyeksikan musim Idul Fitri (Lebaran) 2018 akan mendorong penjualan retail kendaraan penumpang sekitar 5-15 persen. Namun penjualan akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memenuhi permintaan. Seperti diketahui, perayaan Idul Fitri terkenal dengan tradisi mudik.
“Momentum Lebaran dapat mendorong peningkatan penjualan retail kendaraan penumpang 5 sampai 15 persen,” ujar Harold Donnel, Head of Brand Development and Marketing Research 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), seperti dikutip Bisnis, Senin, 30 April 2018.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil penumpang sepanjang tiga bulan pertama tahun lalu tercatat 190.319 unit. Dengan asumsi tumbuh 5-15 persen, penjualan pada kuartal kedua tahun ini diproyeksikan mencapai 199.835-218.867 unit. Termasuk kendaraan komersial, pasar mobil pada kuartal kedua tahun lalu tercatat 249.746 unit.
Senada dengan Harold, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan momentum Lebaran membuat permintaan pasar menguat, yang sekaligus akan mendorong penjualan ke dealer atau wholesale mobil. “Umumnya semua maker, tak hanya Toyota, akan mempersiapkan sesuai dengan kebutuhan yang akan meningkat,” katanya.
Produk unggulan Toyota Avanza masih menjadi raja penjualan mobil hingga 2017. Mobil keluarga yang pertama kali diluncurkan pada 2003 ini mencatat penjualan 109.488 unit. Toyota Avanza menggunakan mesin berkapasitas 1.300 CC dan 1.500 CC dengan Dual VVT-i, yang membuat mobil menjadi lebih irit bahan bakar, torsi lebih meningkat, serta ramah lingkungan.
Persiapan tersebut di antaranya meningkatkan pasokan ke dealer. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, pengiriman mobil dari pabrikan ke dealer tercatat 291.910 unit atau meningkat 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 283.760 unit. (*)
sumber : gaikindo.or.id